jeudi 1 octobre 2009

Mengintip Pohon-Pohon Tertua Di Dunia

Bristlecone Pine 4200 tahun

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNdx1I1kovVo6P9O7de3kIrVq_GTh4WNL-vcboY4ur7-sD9tvGXw_-UbYbv66LzHHh9qiLAngKasHBeL5EWRQ8sn8P1emzSnO77gDCmYQv-xm7T2MXIuCzQJKoHdg4OE1NndQk6iCn__id/s400/455px-BristleConePine.jpg

Pohon cemara atau pine (pinus ) merupakan pohon dari family Pinaceae yang bisa kita temukan di mana saja dan kapan saja asalkan daerah itu tanahnya berpasir berkapur , banyak air ataupun yang mempunyai kadar keasaman cukup tinggi. Kita bisa menemukan pohon ini mulai dari Siberia, Skotlandia, Norwegia, kepulauan Canary, Filipina, pegunungan Himalaya sampe ke pelosok New Zealand, Brazil dan Chili.

Pohon ini memang tenar karena selain dapat hidup dimana-mana juga mempunyai daya jual yang sangat tinggi dalam industri perkayuan. Semua bagian pohon cemara bisa dimanfaatkan mulai dari kayu,getah , ranting,biji hingga daunnya mempunyai kegunaan yang bernilai ekonomi aliasnya pohon ini komersil banget 

Pohon cemara adalah salah satu pohon yang berumur panjang karena bisa mencapai umur sekitar 100-1000 tahun dan bahkan mencatat rekor menjadi pohon tertua di dunia melalui cemara dari spesies Great Basin Bristlecone Pine ( Pinus longaeva ) yang di tahun 2008 ini berumur 4840 tahun!!! Pohon ini tingginya antara 3-80 meter tetapi rata-rata tingginya 15-45 meter. Pohon tertinggi dari spesies Sugar Pine sedangkan yang terpendek adalah cemara Potosi Pinyon dan Siberian Dwarf Pine

Jomon Sugi 2000-7000 tahun

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6UWM2VG3hzkWmKNRzZA-FgKSL5sMxHZ1goHB2pEOWwbzJ1wC_LtZcDIx4Ly3dtBZ4BcrF24KaFuC10ilxJtKGHzOaK3ce68NRh1EPUIgYnWvvmvvQwWtOGCxMpbgWRP9YJrYxELFUFnA/s400/DSCF2529.jpg

menurut wikipedia, Jomon sugi adalah pohon cemara tertua di Jepang ditemukan pada tahun 1968, dengan tinggi 25,3 meter dengan volume 300 m kubik diperkirakan usianya antara 2000 – 7200 tahun terletak di Pulau Yakushima bagian paling utara Jepang 40 menit dengan pesawat dari Bandar Udara Kagoshima.

Spruce Ione Norwegia 9550 tahun

Tingginya hanya 4 meter, namun sebatang pohon sejenis cemara, yang masih hidup di Swedia, diketahui berusia 9.550 tahun. Hidup sejak akhir zaman es, pohon tersebut tercatat sebagai yang tertua di dunia saat ini.


Spesies pohon spruce Ione Norwegia ini ditemukan tahun 2004. para peneliti menemukannya di sekitar semak-semak pegunungan pada ketinggian 910 meter di Provinsi Dalarna, Swedia. Pohon ini tidak langka karena penduduk sering menggunakan sebagai pohon Natal.

“Usianya yang sangat panjang kemungkinan besar dipicu emampuannya mengkloning diri sendiri,” ujar Leif Kullman, profesor eologi dan lingkungan hidup di Universitas Umea, Swedia. Batang dan rantingnya memang diketahui dapat bertahan hidup hingga 600 tahun. Kullman menjelaskan, saat batangnya mati, batang baru akan dibentuk dari akarnya sehingga umurnya menjadi sangat panjang.

Pohon ini lebih tua dari pinus Bristlecone di White Mountain California yang hanya berusia 5000 tahun. Pinus Bristlecone tertua hanya bertahan hidup hingga 7.500 tahun namun tumbuh menjulang hingga 150 meter. Jika umur pinus Bristlecone diukur dari garis pohon di rantingnya yang dipantau setiap tahun, umur cemara di Swedia diukur dari jejak radiokarbon di akarnya.

Kullman menyatakan pohon yang usianya lebih tua dari 9.550 tahun bisa dikatakan mustahil. Sebab, seluruh wilayah Swedia kemungkinan masih diliputi es saat itu.

Sumber: kompas.com

Bill Gates pun Pakai Batik




detik - Meski budaya asli Indonesia, namun bukan berarti batik hanya terbatas untuk masyarakat Tanah Air. Banyak tokoh dunia yang pernah merasakan hangatnya batik Indonesia. Termasuk di antaranya Bill Gates, pendiri Microsoft Corp.

Kisah unik Bill Gates berbatik ini didapat ketika sang miliuner bertandang untuk pertama kalinya ke Indonesia pada Mei 2008 lalu. Batik warna keemasan dikenakan Gates saar acara Presidential Lecture yang berlangsung Jakarta Convention Center tersebut.

Selidik punya selidik, padahal di awalnya, tidak ada rencana sebelumnya Gates akan mengenakan batik. Hal ini terjadi secara mendadak. Bahkan gara-gara baju batik Bill Gates ini, Presiden SBY pun mengganti kostumnya, dari jas lengkap berdasi, menjadi baju batik lengan panjang warna ungu-merah-keemasan untuk mengimbangi sang tamu kehormatan.

Wajar bila Presiden SBY juga ikut ganti baju. Sebab, berdasarkan penelusuran detikcom, kala itu seharusnya Bill Gates memang mengenakan pakaian resmi: jas dan berdasi. Tapi, perubahan begitu cepat terjadi.

Ternyata ada tawaran lain yang membuat salah satu orang terkaya di dunia itu tertarik mengubah kostumnya dan memilih mengenakan baju batik. Adalah Rachmat Gobel, bos Panasonic, yang mempunyai inisiatif menawarkan baju batik kepada Bill Gates. Selain produk asli Indonesia, baju batik juga sudah dikenal sebagai baju yang pro lingkungan.

Tak dinyana, Bill Gates sontak menerima tawaran itu. Rachmat pun kemudian menghubungi desainer batik kondang, Iwan Tirta. Tanpa basa-basi, Iwan Tirta yang sudah kesohor itu pun memilihkan baju batik untuk Bill Gates.

Baju batik warna keemasan dengan motif 'pisang bali manggar' akhirnya dipilih untuk Gates. Motif ini merupakan motif yang sering dipakai oleh para anggota kerajaan Mangkunegaran Solo.

Oleh Iwan Tirta, baju batik itu lantas diberikan kepada Rachmat Gobel untuk selanjutnya diserahkan kepada Bill Gates. Dan ternyata, Bill Gates benar-benar mengenakannya. Bill Gates pun semakin memesona banyak orang di acara kuliah umum tersebut. Padahal, banyak pejabat dan politisi yang hadir mengenakan pakaian jas.

Sumber: detik.com

Jangan ke Dufan dan Atlantis pada hari Minggu 4 Oktober 2009

http://i38.tinypic.com/2yze6ao.jpg
4 Oktober 2009
Ancol dibooking Mandiri buat family gathering ultah mandiri ke 11
dan akan dikunjungi 50.000 orang

Sumber: kaskus.us

Mengintip Festival Bir Di Munich Beer Festival

Di Jerman teradapat sebuah tradisi unik dalam menyambut datangnya hari liburan tahunan salah satunya adalah festival bir (The Munich Beer Festival) yang di adakan pada tanggal 19 September hingga 4 Oktober 2009 di Munich, Jerman, yang juga di kenal dengan nama Oktoberfest.

Acara ini di buka pada hari sabtu pagi tanggal 9 September, peserta yang mengikuti festival ini sebelumnya akan melakukan konvoi dengan mengenakan pakaian tradisional hingga menuju finish di Theresienwiese di mana tempat festival bir terbesar tersebut berlangsung.


Pada festival bir ini setiap pengunjung yang datang akan mendapatkan bir dalam sebuah gelas berukuran 1 liter dan setiap pengunjung yang datang di festival ini tidak di pungut biaya alis gratis untuk menikmati 1 liter bir :) ....


Pengunjung juga dapat menikmati berbagai jenis makanan, sebagian besar merupakan hidangan tradisional seperti sosis, ayam, käsespätzle (mi keju) serta daging sapi panggang.

Sumber: http://sarimingeek.com/index.php?page=news&op=readNews&title=Mengintip+Festival+Bir+Di+Munich+Beer+Festival

A Slobbering Love Affair Gone Sour


(A Brilliant at Breakfast exclusive.)

A few days ago, the notorious Bernie Goldberg, author of a certain book that labeled in McCarthyite fashion America's top 100 public enemies, went off the rails on The O'Reilly Factor. The author of Regnery's A Slobbering Love Affair, subtitled "The True (And Pathetic) Story of the Torrid Romance Between Barack Obama and the Mainstream Media", started out docilely enough, rolling over and getting his pasty belly rubbed when Bill O began whining about how the Big, Bad lib'ral MSM is beating up on Fox.

Eventually, Goldberg slipped his leash and began joining in in the chewing. While not having the guts to name names (although we all know the usual suspects), Goldberg then took some Fox talking heads to task for presenting themselves as journalists when they're plainly not and for stating as facts things that are not factual.

It wasn't much but considering the ironclad discipline for which Fox and the GOP are infamous, this chink in the armor is significant. Sure, Bernie could've gone all out and completely laid out Fox like Alan Grayson on a 'roid rage but the very fact that he called them out for their lies is huge.

Bill O obviously was getting uncomfortable with the dissidence from one of his own shock troops and he lamely tried to compare the racist tea parties with Earth Day. Of course, you won't see Keith Olbermann beating the drums and mobilizing the masses, with one of his producers goosing the crowd and standing passively by while Earth Day hippies advocate killing the president.

Beyond that, same thing, really.

But with Goldberg's temporary defection and Alan Grayson's warpath, we're seeing signs that people on both sides of the ideological Great Divide are getting heartily sick and tired of the spin, lies and outright racism that's propagated on shows like the O'Reilly Factor.

Yum Cha at The Dynasty, Belmore

Fung jao phoenix claws (chicken feet)I'm looking forward to the long weekend.More often than not, we find ourselves at yum cha. For some people, the chaos of yum cha sends them into a frazzle from sensory overload. I revel in it.There's something comforting about the ritual of yum cha. The inevitable queue out the front, the hustle towards your table - still being cleared by efficient but surly

Now we know who the Scott Garrett voters are

The South makes an easy target for progressives these days, what with Mark Sanford's escapades, and the lunatic asylum that is the state of Florida. But while I was in Berlin, there was a "pot, kettle" moment that I missed, when Public Policy Polling released the results of a survey which showed that almost one in five New Jersey conservatives is at least inclined to believe that Barack Obama is the Antichrist.

Here in Middle Whitelandia, where voters are getting ready to express their disgust with the council's long refusal to deal with our corrupt, alcoholic ex-mayor by electing a member from that very same council to be the new mayor, I know there are pockets of Christofascist Zombieism, given the preponderance of "John 3:16" signs that show up on lawns now more often than contractor signs. But while we like to pride ourselves here in the Land of Blueberries And Tank Farms on being at least marginally less crazy than our southern brethren, in those pockets lies some first-class lunacy:

Do you think Barack Obama is the Anti-Christ?
If yes, press 1. If no, press 2. If you’re not
sure, press 3.
Yes ................................................................. 8%
No................................................................... 79%
Not Sure.......................................................... 13%

Do you think Barack Obama was born in the
United States? If yes, press 1. If no, press 2. If
you’re not sure, press 3.
Yes ................................................................. 64%
No................................................................... 21%
Not Sure.......................................................... 16%

Do you think the federal government should be
eliminated? If yes, press 1. If no, press 2. If
you’re not sure, press 3.
Yes ................................................................. 6%
No................................................................... 83%
Not Sure.......................................................... 11%

Do you think that public education should be
eliminated? If yes, press 1. If no, press 2. If
you’re not sure, press 3.
Yes ................................................................. 5%
No................................................................... 90%
Not Sure.......................................................... 5%

The Obama birthplace question doesn't tabulate for those who do not know that Hawaii is a state, but I'm not sure that would make a whole lot of difference. But however small the lunatic numbers seem to be, the idea that one in ten New Jerseyans either favors or is open to the idea that public education should be eliminated, that one in six either favors or is open to the idea of eliminating the federal government entirely, and that about one in five thinks Obama is the Antichrist shows that Teh Crazy is not limited to the parts of the country south of the Mason-Dixon line.